*Konservasi Jamaah Tani Muhammadiyah Lampung Tengah Gerakkan "Green Movement" di Daerah Aliran Sungai*
*LAMPUNG TENGAH* – Jamaah Tani Muhammadiyah Daerah Lampung Tengah (Jatam DLT) resmi meluncurkan gerakan konservasi bertajuk _"Green Movement"_ di Daerah Aliran Sungai (DAS), Senin [18/8/2026]. Aksi ini akan dipusatkan di bantaran Sungai Way Tetayan, Way Seputih, Way Waya, Way Pengubuan, serta seluruh DAS yang ada di Lampung Tengah.
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut hasil Turba Jatam DLT periode pertama. Tujuannya untuk memulihkan fungsi DAS, mencegah erosi, dan memperkuat ketahanan pangan berbasis pertanian berkelanjutan.
Ketua Jatam DLT, Agung Sarwono, mengatakan petani adalah garda terdepan dalam menjaga lingkungan. Jika DAS rusak, maka dampaknya langsung ke lahan pertanian: banjir, kekeringan, dan penurunan kesuburan tanah.
Topografi Lampung Tengah sangat strategis dalam pelaksanaan konservasi jika dilihat wilayah barat mempunyai topografi perbukitan dan menjadi daerah “Tangkapan air” dimana dimungkinkan curah hujan yang turun akan berpeluang lebih besar dengan type hujan orografik, dan wilayah barat merupakan hulu dari beberapa sungai. Aliran sungai ini terus mengalir hingga wilayah timur dan bermuara di laut sebelah timur, akan tetapi kondisi alam di seluruh daerah dari hulu hingga hilir sangat rusak parah. Dari hasil penelusuran team JATAM Daerah Lampung tengah didapat data penyebab kerusakan di daerah hulu sampai hilir adalah alih fungsi lahan menjadi hamparan perkebunan kelapa sawit, pengerukan pasir dan lain-lain.
Dampaknya menurut warga Muhammadiyah sangat terasa, pada 20 tahun sebelumnya sungai-sungai di sekitar tempat tinggal debit air sangat besar, ikan di sungai banyak, serta hewan-hewan dulu banyak di sekitar tempat tinggal. Namun sekarang ini sungai tiap tahun debit air berkurang drastis bahkan pada periode tertentu kering.
Dok. Debit air sungai di hulu kering di beberapa Kecamatan mengering
“_Green Movement_ ini adalah dakwah ekologi. Menanam hari ini adalah investasi untuk anak cucu. Muhammadiyah tidak hanya membangun manusia, tapi juga membangun bumi,” ujarnya.
Dalam rangka mensukseskan program tersebut Jatam Daerah Lampung Tengan Berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai ( BP-DAS) Way Seputih – Way Sekampung melalui Balai Persemaian permanen untuk mendapatkan benih tanaman keras siap tanam.
Bibit tanaman keras yang diupayakan yaitu
- Pinang (untuk area bahu jalan)
- Nangka ( untuk pekaarangan Rumah)
- Aren (untuk Lahan yang kurang produktif)
- Cengkih (untuk perladangan)
Kegiatan penghijauan dilakukan di daerah yang justru diluar daerah aliran sungai, hal ini dilakukan demi menghindari konflik dengan pemilik usaha yang berkegiatan di daerah aliran Sungai. Dalam hal ini melakukan penghijauan di pekarangan rumah, area terbuka dan tepi jalan kampung.
Pemilihan komoditas penghijauan harus memenuhi 3 kaidah yaitu
- Kaidah ekonomi
- Kaidah konservasi
- Kaidah keindahan
Selain penanaman, Jatam DLT juga akan memberikan edukasi tentang:
1. *Pertanian konservasi*: pembuatan kompos, biopori, dan pengolahan limbah pertanian
2. *Larangan pembuangan sampah dan pestisida ke sungai*
3. *Pemanfaatan lahan wakaf Muhammadiyah* sebagai demplot pertanian organik
Ketua PCM Se Lampung Tengah, menyambut baik gerakan ini. Ia berharap Jatam DLT bisa mendampingi kelompok tani Muhammadiyah di cabang untuk menerapkan pertanian ramah lingkungan secara berkelanjutan.
“Ini gerakan kecil tapi dampaknya besar. Sungai bersih, tanah subur, petani sejahtera. Itu yang kita mau,” tambahnya.
Jatam DLT menargetkan _Green Movement_ akan digulirkan di 5 titik DAS prioritas di Lampung Tengah hingga akhir 2026. Ke depan akan ada pelatihan sekolah lapang, pembentukan bank bibit, dan kemitraan dengan dinas terkait.
“Dari sungai kita belajar. Air yang mengalir harus kita jaga agar kehidupan terus mengalir. Itu semangat _Green Movement_ Jamaah Tani Muhammadiyah,” tutup Agung Sarwono.