*JAMAAH TANI MUHAMMADIYAH LAMPUNG TENGAH MOU DENGAN POLINELA, KEMBANGKAN PENANAMAN EDAMAME MELALUI PENGABDIAN MASYARAKAT*
*LAMPUNG TENGAH* - *Jamaah Tani Muhammadiyah / JATAM Lampung Tengah* resmi menandatangani Memorandum of Understanding atau MOU dengan *Politeknik Negeri Lampung / POLINELA* terkait program *Pengabdian Masyarakat*.
Kerja sama ini mengusung komoditas *penanaman kedelai edamame* sebagai upaya pemberdayaan petani dan peningkatan ekonomi warga Muhammadiyah di Lampung Tengah. Penandatanganan berlangsung di Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lampung Tengah, Selasa (11/8/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lampung Tengah, Ketua JATAM Lampung Tengah, Wakil Direktur POLINELA Bidang Kerja Sama di Wakili Ketua Jurusan Produksi Tanaman Pangan, dosen Jurusan Produksi Tanaman Pangan, serta perwakilan Jamaah Tani Muhammadiyah Bidang Pertanian dan Perkebunan.
*Ketua JATAM Lampung Tengah* menyampaikan, MOU ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan petani terkait teknologi budidaya dan akses pasar.
"Selama ini petani kita masih fokus ke padi dan jagung. Melalui kerja sama dengan POLINELA, kami ingin mengenalkan edamame sebagai komoditas alternatif yang bernilai ekonomi tinggi dan berorientasi ekspor. Ini bagian dari dakwah amar ma'ruf nahi munkar di bidang pertanian," ujarnya.
*Ketua Pimpinan Dareah Muhammadiyah Lampung Tengah Ir. Sumaidi* menyambut baik kerjasama dengan Polinela. Harapannya dapat bermanfaat luas untuk petani pada umumnya.
*Kaprodi Produksi Tanaman Pangan POLINELA* juga menyambut baik sinergi ini. Menurutnya, POLINELA siap menurunkan tim dosen dan mahasiswa untuk melakukan pendampingan teknis secara berkelanjutan.
"Pengabdian masyarakat ini wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami akan buka demplot 2 hektare, berikan pelatihan mulai pengolahan tanah, pemupukan, pengendalian hama, sampai pasca panen dan pengemasan edamame," jelasnya.
*Isi Pokok MOU JATAM Lampung Tengah x POLINELA:*
1. *Pelatihan Budidaya Edamame*: Menggunakan varietas unggul Ryoko dan Grobogan, umur panen 65-70 hari
2. *Pembuatan Lahan Demplot*: Sebagai pusat pembelajaran bagi petani binaan JATAM
3. *Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani*: Manajemen, pencatatan, dan sertifikasi kelompok
4. *Pendampingan Akses Pasar*: Kemitraan dengan perusahaan eksportir edamame
Edamame dipilih karena permintaan pasar ekspor ke Jepang dan Korea terus naik, dengan harga jual saat ini Rp18.000 - Rp25.000 per kg. Masa tanam yang singkat juga dinilai cocok untuk lahan bera setelah panen padi.
Program pengabdian masyarakat ini ditargetkan berjalan selama 1 tahun dan akan dievaluasi setiap 3 bulan.
Ketua Jamaah Tani Muhammadiyah mengatakan harapan MOU dan Kerjasama sama ini dapat meningkatkan pendapatan petani, dimana edamame memiliki nilai pasar cukup tinggi.
Dengan adanya MOU ini, JATAM Lampung Tengah berharap dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas Muhammadiyah di daerah.