*HARGA TERONG MELAMBUNG, PETANI HORTIKULTURA PADANG RATU PURWOREJO PANEN REZEKI*

PURWOREJO - Petani hortikultura di Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah saat ini tengah menikmati harga jual terong yang tinggi. Kenaikan harga komoditas sayuran ini menjadi angin segar di tengah mahalnya biaya produksi pupuk dan obat-obatan.

Berdasarkan informasi Petani, Rohiban mengatakan di Purworejo di tingkat Petani, harga terong lala saat ini berada di kisaran *Rp5.000 - Rp6.000 per kg*. Angka ini stabil dibanding bulan Februari 2026 yang hanya Rp4.000 - Rp5.000 per kg.
"Alhamdulillah, sudah 3 minggu ini harga terong bagus. Satu petak 500 meter bisa dapat Rp4 juta - Rp5 juta," kata *Rohiban, 52*, petani terong Kampung Purworejo, Kecamatan Padang Ratu, Selasa (11/8/2026).

Rohiban menyebut kenaikan harga terjadi karena MBG sudah buka kembali setelah libur sedang daerah central sayuran lain yang di darat berkurang akibat cuaca ekstrem. Sementara di Padang Ratu, panen justru sedang puncak karena masih adanya sumber air di sungai tetayan.

Hal senada disampaikan *Sdr Andre, 22*, petani lain sayur di Desa Purworejo Kecamatan Padang Ratu. Mengatakan harga cukup lumayan di tingkat petani, dengan tanaman sekitar 5000 batang sedang mulai panen. Ketika panen yang ada langsung ludes," ujarnya.

Menurut Turino Anggota Poktan mekar sari, di Purworejo mulai banyak petani sayuran atau Hortikultura di Purworejo seperti Cabai, Terong, Timun, Pare dan Gambas harapannya kesadaran petani memanfaatkan air sungai tetayan semakin meningkat.

"Kami mengimbau petani tetap jaga kualitas dan jangan tergoda asal panen karena harga sedang tinggi".
Meski harga tinggi, petani tetap menghadapi tantangan kenaikan harga mulsa, pupuk NPK, dan serangan kutu kebul. Dinas Pertanian Lampung Tengah, melalui berjanji akan mengintensifkan pendampingan PHT dan membantu penyaluran pupuk bersubsidi.

Dengan harga yang "jos" ini, petani hortikultura Padang Ratu berharap tren positif harga terong bisa bertahan hingga 2 bulan ke depan.