*Jatam Lampung Tengah "Turun ke Bawah", Siapkan Cluster Cabang Per Varietas Tanaman di Punggur*

*LAMPUNG TENGAH* – Advokasi Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Daerah Lampung Tengah menggelar kegiatan "Turun ke Bawah" di Desa Punggur, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, Minggu 2 Agustus 2026. 

Kegiatan kali ini fokus pada persiapan pembentukan *cluster cabang Jatam per varietas tanaman*. Tujuannya untuk memperkuat basis massa petani dan memperkuat advokasi agraria berbasis komoditas di tingkat desa.

Ketua Jatam Lampung Tengah Agung Sarwono menjelaskan, cluster ini akan dikelompokkan berdasarkan jenis tanaman utama yang digarap warga. Seperti padi, jagung, singkong, hortikultura, dan tanaman perkebunan.

Dok. Sambutan Ketua Jatam Daerah Lampung Tengah 

Dok. Sambutan Pleno Daerah Muhammadiyah Lampung Tengah 

"Kami tidak ingin advokasinya umum saja. Dengan cluster per varietas, pendampingan akan lebih tepat sasaran. Misalnya kelompok tani padi bicara soal alih fungsi sawah, kelompok singkong bicara soal pabrik tapioka," jelasnya di Balai Desa Punggur.

Dalam pertemuan yang dihadiri para Jamaah Masjid An nur Punggur dan Pimpinan Cabang, Ranting Muhammadiyah desa itu serta Pimpinan Daerah, tim Jatam memetakan potensi dan persoalan tiap varietas tanaman di Punggur. Beberapa isu yang muncul antara lain penyempitan lahan pertanian, penggunaan pupuk, hingga dampak aktivitas industri di sekitar lahan.

Selain pemetaan, Jatam juga melakukan konsolidasi awal untuk menentukan koordinator tiap cluster. Ke depan, tiap cluster akan menjadi ujung tombak dalam pengumpulan data, edukasi hukum agraria, dan pengawalan kebijakan pertanian di wilayahnya.

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Punggur menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai pembentukan cluster bisa membuat suara petani lebih terstruktur saat berdialog dengan pemerintah maupun perusahaan.

"Kami dukung. Dengan ada kelompok per komoditas, jadi lebih mudah mengawal. Kalau ada masalah di jagung, yang maju ya kelompok jagung," ujarnya.

Jatam Lampung Tengah menargetkan pembentukan cluster di Punggur rampung pada Agustus 2026. Setelah Punggur, kegiatan "Turun ke Bawah" dengan model yang sama akan dilanjutkan ke kecamatan lain di Lampung Tengah.

"Kita mulai dari bawah, dari varietas tanaman. Karena di situlah persoalan agraria dan lingkungan paling terasa oleh petani," tutup Ketua Jatam Daerah Lampung Tengah.