*SIKLUS KEMARAU PANJANG TERJADI SETIAP 3-7 TAHUN SEKALI, PETANI DIMINTA ANTISIPASI*


*Lampung Tengah* – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat, khususnya petani, untuk mewaspadai siklus *kemarau panjang* yang secara historis terjadi setiap *3-7 tahun sekali* di wilayah Indonesia.

Peringatan ini disampaikan BMKG seiring prediksi kemarau 2026 yang diprakirakan lebih kering dibanding rata-rata 30 tahun terakhir.

Menurut Petani, Saudara Toip, kemarau panjang hingga sungai Tatayan mengering tidak mengalir sama sekali di Kampung Purworejo itu terjadi sudah lebih dari enam tahun.

Saudara Turino Poktan Mekar Sari Purworejo mengatakan bahwa kemarau cukup ekstrim itu terjadi pada tahun 2018. Karena pada tahun sebelumnya itu masih ada hujan walaupun sungainya surut namun masih mengalir.
Baca Juga: 

Dok: Sungai Kecamatan Sendang Agung 

Dari Data BMKG “Jika dibandingkan tahun per tahun, kemarau tahun 1997 dan 2015 masih jauh lebih dahsyat. Polanya, kemarau ekstrem cenderung muncul dalam rentang 3-7 tahun sekali. Tahun ini diprediksi memang lebih kering dibandingkan tahun 2023,” kata Fachri dalam diskusi Hari Meteorologi Dunia, Selasa (14/4/2026).

*Dampak Siklus 3-7 Tahunan di Lapangan*
1.  *Penurunan Debit Sungai*: Banyak sungai seperti di Sedang Retno, Sendang Mukti, Purworejo, Purwosari, Sendang Mukti dan Bandar sari mengalami penyusutan debit hingga kering total saat puncak kemarau Akhir Juli-September
2.  *Gagal Panen*: dari Pantauan ada beberapa hektar sawah terancam puso. Di beberapa desa terdampak kekeringan Lampung Tengah wilayah barat.
3.  *Krisis Air Bersih*: untuk saat ini di akhir Juli air sumur masih bisa di pompa untuk dimanfaatkan.

*Imbauan BMKG dan Pemerintah Daerah*
1.  *Mitigasi Dini*: Petani diminta menyesuaikan pola tanam. Tanam padi di awal musim hujan dan beralih ke palawija saat kemarau
2.  *Pengelolaan Air*: Membangun embung, tandon, dan memanfaatkan teknologi *Irpom - Irigasi Pompa* dari sumber air alternatif seperti Sungai Tatayan
3.  *Hemat Air*:  mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air bersih selama puncak kemarau

“Informasi ini harus ditanggapi serius, namun tidak perlu berlebihan atau bahkan menjadi panik. Kolaborasi lintas sektor dan masyarakat untuk melakukan mitigasi menjadi hal paling penting,”.
Dok. Puso Kecamatan Sendang Agung 

Pola hujan sepanjang tahun selama 20 tahun terakhir jika petani memiliki data per desa curah hujan untuk menentukan pola tanam, hal ini karena pola hujan selama ini juga masih banyak hujan lokal.
Karena pada tanggal 28 Juli 2026, di central kecamatan Padang Ratu masih terjadi hujan cukup deras namun tidak terjadi pada daerah lain.
Dok. Puso Kecamatan Padang Ratu 

BMKG memprakirakan puncak kemarau 2026 terjadi pada Juli-Agustus dan berlangsung lebih panjang dari tahun sebelumnya. Masyarakat diimbau memantau informasi resmi melalui website BMKG dan BPBD setempat.