KARIKATUR
Raja Yang Selalu Menang
Oleh: Pak Bei
Alkisah, di sebuah negeri yang sangat makmur, hiduplah seorang raja yang punya hobi bermain sepak bola. Hobi itu sesungguhnya tidak salah. Yang menjadi masalah, seluruh menteri, punggawa, hulubalang, hingga penjaga gerbang menganggap bahwa tugas utama mereka bukan lagi mengurus kerajaan, melainkan memastikan sang raja selalu tampak hebat.
Begitu raja berkata, "Hari ini aku ingin bermain bola!", seluruh istana langsung geger.
Dengan sigap mereka membentuk dua kesebelasan. Sepuluh orang menjadi rekan setim sang raja. Sebelas orang lagi ditugaskan menjadi lawan. Tentu saja, lawan hanya di atas kertas, seolah-olah lawan. Hakikatnya mereka tetap satu tim: Tim Penyemangat Raja.
Setiap kali bola mendekati kaki sang raja, semua pemain berebut memberi umpan paling empuk. Tak ada yang berani merebut bola. Kalau raja kehilangan bola, wasit pun meniup peluit: "Pelanggaran!"
Belum cukup sampai di situ. Ada satu jabatan yang paling unik di kerajaan itu: Menteri Pemindah Gawang.
Tugasnya sederhana tetapi mulia: ke mana pun bola ditendang sang raja, gawang harus segera dipindahkan ke arah bola. Dengan begitu, tak ada tendangan yang meleset. Semua pasti menjadi gol.
Rakyat yang menonton dibuat takjub.
"Hebat sekali raja kita. Sangat berbakat. Sekali menendang, pasti gol!"
Mereka tidak tahu bahwa yang berpindah bukan kemampuan sang raja, melainkan gawangnya.
Kalau ada pemain yang tanpa sengaja merebut bola dari kaki raja, esok paginya ia sudah bukan pemain lagi. Kalau ada yang terlalu keras menjaga pertahanan, ia dipindahkan menjadi penjaga kandang kambing. Kalau ada yang berani berkata, "Paduka, sebaiknya kita bermain dengan aturan yang benar," namanya langsung hilang dari daftar pemain.
Lama-kelamaan, semua orang belajar satu hal.
Yang penting bukan bermain sepak bola.
Yang penting adalah membuat raja merasa sedang bermain sepak bola.
Maka, setiap pertandingan selalu berakhir dengan skor fantastis. Raja mencetak puluhan gol. Top scorer. Istana bergemuruh oleh tepuk tangan. Para menteri saling berebut menyampaikan pujian.
Rakyat diam-diam mulai bertanya,
"Kalau suatu hari kerajaan ini benar-benar harus bertanding melawan tim dari luar yang gawangnya tidak bisa dipindah-pindah, apakah kita masih tahu cara bermain sepak bola?"
Begitulah. Pujian memang bisa membuat seseorang merasa hebat, tetapi hanya pertandingan yang jujur yang bisa membuat seseorang benar-benar hebat.
Klaten, 27 Juli 2026