KOPERASI JATAM (I)


 

PETANI HARUS BERJAMAAH

Seri 1 dari 5 tulisan

Petani Perlu Berhimpun Secara Ekonomi

Mengapa banyak petani telah bekerja keras, menanam, merawat tanaman, dan memanen hasilnya, tetapi kehidupannya belum juga sejahtera?Petani menghasilkan pangan yang dibutuhkan semua orang. Namun ketika panen tiba, petani sering tidak memiliki posisi tawar yang kuat untuk menentukan harga jual hasil produksinya. Sementara itu, harga benih, pupuk, dan berbagai sarana produksi harus mereka hadapi dengan kemampuan terbatas.

Salah satu persoalannya adalah petani masih banyak bergerak sendiri-sendiri. Petani membeli sarana produksi dalam jumlah kecil. Hasil panennya juga relatif sedikit jika dijual sendiri. Akibatnya, petani sering kesulitan menjangkau pasar yang lebih besar dan bernegosiasi dengan pembeli yang memiliki kapasitas usaha jauh lebih kuat. Padahal, pasar membutuhkan pasokan dalam jumlah memadai, kualitas terjaga, dan kontinuitas yang dapat diandalkan.

Bayangkan jika 100 petani, yang masing-masing menggarap lahan 0,20 hektare, bersedia menghimpun kekuatan. Mereka mengelola lahan dengan total luas 20 hektare. Dengan asumsi hasil panen 1,2 ton gabah per petani, mereka berpotensi mengumpulkan 120 ton gabah dalam satu musim panen.

Tentu angka ini hanyalah ilustrasi. Namun pesannya jelas, bahwa kekuatan kecil yang dihimpun bersama dapat membuka peluang ekonomi yang tidak mudah dijangkau ketika petani bergerak sendiri-sendiri.  Berjamaah bukan hanya penting ketika menanam, mengelola irigasi, atau menghadapi persoalan di lahan. Petani juga perlu berjamaah ketika membeli sarana produksi, mengelola hasil panen, membangun usaha, dan menjangkau pasar hasil panennya.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra'd ayat 11 bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Kita tidak cukup hanya berharap kesejahteraan petani akan membaik. Kita perlu berikhtiar, mengubah cara bekerja, memperkuat kerja sama, dan membangun kekuatan ekonomi bersama.

Bagi kita di JATAM, pertanyaan pentingnya adalah, "Apakah kita mengorganisasi petani hanya untuk meningkatkan produksi, atau juga mulai menghimpun kekuatan ekonominya?"  Sebab, petani tidak cukup hanya kuat dalam menghasilkan pangan. Petani juga harus memiliki kekuatan untuk memperoleh nilai ekonomi yang lebih adil dari pangan yang mereka hasilkan.

Petani harus berjamaah. Karena kesejahteraan tidak cukup diperjuangkan sendiri-sendiri.

Klaten, 14 Oktober 2026

Wahyudi Nasution 

Kornas JATAM - MPM PP Muhammdiyah