MPM, JATAM dan UM Kalianda Bangun Sinergi, Dorong Kemajuan Pertanian dan Peternakan
KALIANDA,12 September 2026 — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) bersama Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Lampung terus memperluas kolaborasi dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dan peternakan.
Sinergi tersebut dibangun bersama Universitas Muhammadiyah Kalianda, khususnya dengan Program Studi Agribisnis, dalam sebuah diskusi yang berlangsung hangat dan penuh gagasan.
Pertemuan ini menjadi ruang untuk mempertemukan kekuatan akademik dengan pengalaman lapangan. JATAM yang selama ini bergerak dalam pendampingan dan pengembangan sektor pertanian serta peternakan memiliki pengalaman langsung bersama petani dan peternak. Sementara itu, Program Studi Agribisnis memiliki kekuatan pada aspek keilmuan, riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kalianda, Susilowati, dalam diskusi menyampaikan pentingnya membangun sinergi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga harus hadir dan mengambil peran dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, Edi Waluyo biasa di sapa Guswal, Ketua MPM Lampung, memaparkan berbagai potensi pemberdayaan yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi MPM, JATAM, dan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Menurutnya, pertanian dan peternakan tidak cukup hanya dilihat sebagai aktivitas produksi, tetapi perlu dikembangkan menjadi ekosistem agribisnis yang mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani serta peternak.
Amiruddin, Wakil Ketua PDM Lampung Selatan yang membidangi MPM, memberikan arahan agar kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pertemuan dan diskusi, tetapi dilanjutkan dengan program nyata yang terukur dan berkelanjutan.
“Kampus punya ilmu, JATAM punya pengalaman lapangan, dan Muhammadiyah punya gerakan. Jika ketiganya disatukan, insyaallah akan lahir pemberdayaan yang lebih kuat dan berdampak.”
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan berbagai program bersama, mulai dari pendampingan petani dan peternak, praktik mahasiswa di lapangan, riset terapan, pengembangan teknologi pertanian, hingga penguatan pemasaran dan kewirausahaan.