Jatam Pesawaran memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan pupuk hayati cair

Kegiatan kelompok tani bersama Jama'ah Tani Muhammadiyah (JATAM) di Kabupaten Pesawaran, Lampung, dalam memproduksi Pupuk Hayati Cair (PHC) merupakan langkah nyata untuk mendukung kedaulatan pangan, kemandirian petani, dan pemulihan kesehatan tanah. 
Langkah ini juga berjalan selaras dengan program strategis Pemerintah Provinsi Lampung yang masif menggalakkan bimbingan teknis penggunaan dan pembuatan Pupuk Hayati Cair guna mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. 
Mengapa Fokus pada Pupuk Hayati Cair?
Berbeda dengan pupuk organik cair biasa (yang fokus pada pemenuhan unsur hara dari bahan lapuk), pupuk hayati cair berfokus pada pemanfaatan mikroorganisme fungsional.
  • Menambat Nitrogen: Mikroba di dalamnya mampu mengikat nitrogen bebas dari udara agar bisa diserap tanaman.
  • Melarutkan Fosfat: Membantu mengurai fosfat yang mengendap dan terikat di dalam tanah agar kembali tersedia bagi tanaman.
  • Memperbaiki Ekosistem Tanah: Membantu mengembalikan kesuburan biologis tanah yang telah mengeras atau rusak akibat penggunaan pupuk kimia jangka panjang. 
Gambaran Umum Formula Pembuatan (Skala Kelompok Tani)
Dalam praktik yang sering dibina oleh para pelopor pertanian organik JATAM dan penyuluh lapangan, pembuatan pupuk hayati/organik cair ini memanfaatkan bahan-bahan lokal yang difermentasi, antara lain: 
  • Bahan Dasar: Air kelapa, air cucian beras (berfungsi sebagai sumber nutrisi awal mikroba). 
  • Sumber Mikroba: Dekomposer atau inokulan bakteri lokal fungsional (seperti golongan Bacillus, Pseudomonas, atau bakteri penambat nitrogen). 
  • Bahan Pendukung: Dedak halus, terasi, atau kotoran hewan (kohe) cair untuk merangsang perkembangbiakan mikroba menguntungkan.
  • Proses: Seluruh bahan dicampur dalam wadah kedap udara (fermentor drum) dan diinkubasi melalui proses fermentasi selama beberapa minggu hingga matang dan siap diaplikasikan. 
Gerakan ini terbukti efektif meningkatkan produktivitas hasil panen secara signifikan di berbagai wilayah sawah dan ladang di Pesawaran.